PUBLIC RELATIONS

http://rumakom.wordpress.com/2007/09/27/salah-pengertian-tentang-public-relations/

Salah Pengertian Tentang Public Relations 27 September, 2007
Posted by mth in public relations.
trackback

Banyak orang beranggapan bahwa Public Relations merupakan bidang yang baru muncul sejak berakhirnya Perang Dunia II atau baru muncul sejak awal abad 20. Masalahnya Public Relations sudah ada sebelum Negara Amerika ada. Gagasan Public Relations sendiri bisa dikatakan sama tuanya dengan peradaban manusia.

Public Relations bukanlah usaha menciptakan suatu citra baru atau iklim pendapat umum yang menyenangkan atau mencoba memoles citra yang sudah ada. Definisi ini muncul ketika mencampuradukkan antara PR dengan pemasaran dan periklanan atau propaganda. PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1).

Dalam prakteknya memang sering dijumpai salah pengertian tentang PR. Terkadang banyak orang sulit membedakan antara Public Relations dengan periklanan, pemasaran, promosi penjualan, propaganda dan publisitas. Secara umum, PR merupakan hal ihwal yang jauh lebih luas dari semua itu (periklanan, pemasaran, promosi penjualan, propaganda dan publisitas).

Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat bangsa kita. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.

Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya. Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.

06/11/2007 9:55 Tentang public relation

Bagi sebagian orang, Public Relations Officer, Public Relations Specialist–yang biasa dikenal dengan nama PR, cenderung disamakan dengan profesi Hubungan Masyarakat (Humas). Well, anggapan ini memang tidak sepenuhnya keliru, walaupun tidak juga tepat sekali. Hal ini tergantung dari sudut pandang dan opini publik yang sudah terlanjur menancap di masyarakat, bahwa humas pada dasarnya “hanya” bertindak sebagai “tukang siar”, yang jalinan kerjanya biasanya erat berkaitan dengan media massa. PR, pada kenyataannya, lingkup kerjanya tidak hanya terbatas pada menjalin hubungan dengan media massa.

Berikut kami sajikan deskripsi kerja seorang PR, mudah-mudahan dapat memperbaiki anggapan-anggapan kurang tepat mengenai profesi yang sebenarnya sangat kompleks ini. Sengaja kami bagi artikel ini dalam 2 edisi, karena sesungguhnya cukup banyak seluk-beluk dunia kerja seorang PR yang cukup pantas untuk dicermati.

“Public Relations itu sangat luas artinya,” ujar sumber CyberJob, Siska Widyawati, yang pernah mengecap pengalaman 5 tahun sebagai seorang PR di sebuah agensi periklanan besar di Jakarta Pusat. Di sana (Amerika-Red), hampir di setiap perusahaan memiliki seorang PR, karena mereka sudah mengerti betul seluk beluk tugas seorang PR. Tapi di Indonesia, PR biasanya hanya dimaknai sebagai tenaga marketing, atau sebagai juru siar.

Tugas-tugas inti seorang PR

“Public relations bukan hanya seorang juru siar,” ujar Siska. Berikut Siska memaparkan beberapa job description PR yang disebutnya sebagai “nature of work”.

1. Reputasi, keberuntungan, bahkan eksistensi lanjutan dari sebuah perusahaan, dapat bergantung dari keberhasilan PR menafsirkan target publik untuk mendukung tujuan dan kebijakan dari perusahaan yang bersangkutan. Seorang PR specialiast menyajikan hal tersebut sebagaimana halnya seorang penasihat dalam bidang bisnis, asosiasi non-profit, universitas, rumah sakit dan organisasi lain. Selain itu, mereka juga membangun dan memelihara hubungan positif dengan publik.

2. Seorang PR mengurus fungsi-fungsi organisasi, seperti menghadapi media, komunitas dan konsumen. Dalam hubungannya dengan pemerintah, mereka mengurus kampanye politik, representasi para interest-group, sebagai conflict-mediation, atau mengurus hubungan antara perusahaan tempat mereka bekerja dengan para investor. Seorang PR tidak hanya berfungsi untuk “mengatakan sejarah organisasi”, tapi mereka juga dituntut untuk mengerti tingkah-laku dan memperhatikan konsumen, karyawan dan kelompok lain yang juga merupakan bagian dari deskripsi kerjanya. Untuk meningkatkan komunikasi, seorang PR juga membangun dan memelihara hubungan yang koperatif dengan wakil-wakil komunitas, konsumen, karyawan dan public interest group, juga dengan perwalian dari media cetak dan broadcast.

3. Seorang PR menyampaikan informasi pada publik, interest group, pemegang saham, mengenai kebijakan, aktivitas dan prestasi dari sebuah organisasi. Tugas tersebut juga berhubungan dengan mengupayakan pihak manajemen untuk supaya tetap sadar terhadap tingkah laku publik dan menaruh perhatian terhadap grup-grup dan organisasi, dengan siapa mereka biasa berhubungan.

4. Seorang PR menyiapkan pers rilis dan menghubungi orang-orang di media, yang sekiranya dapat menerbitkan atau menyiarkan material mereka. Banyak laporan khusus di radio atau televisi, berita di koran dan artikel di majalah, bermula dari meja seorang PR.

5. Seorang PR juga mengatur dan mengumpulkan program-program untuk memelihara dan mempertahankan kontak antara perwalian organisasi dan publik. Mereka mengatur speaking engagement, pidato untuk kepentingan sebuah perusahaan, membuat film, slide, atau presentasi visual lain dalam meeting dan merencanakan konvensi. Sebagai tambahan, mereka juga bertanggung jawab menyiapkan annual reports dan menulis proposal untuk proyek-proyek yang beragam.

6. Dalam pemerintahan, seorang PR–yang kemungkinan akan disebut sebagai “sekretaris pers”, “information officer”, “public affair specialist” atau “communications specialist”, bertugas menginformasikan pada publik mengenai aktivitas yang dilakukan agen-agen pemerintah dan pegawai-pegawai resminya.

7. PR yang berurusan dengan publisitas untuk individual, atau mereka yang menangani public relations untuk organisasi kecil, kemungkinan akan berurusan dengan semua aspek pekerjaan. Mereka akan menghubungi orang-orang, merencanakan dan melakukan penelitian dan menyiapkan material untuk distribusi. Mereka juga mengurusi pekerjaan advertising atau sales promotion untuk mendukung kegiatan marketing.

Sumber: cbn.net.id
06/11/2007 9:55

6/11/2007 10:29 tentang publik relation Media dan ”Public Relations” di Era Kompetisi
Oleh ELVINARO ARDIANTO
PERGESERAN paradigma media nasional menjadi media lokal (”community newspaper”) membuat surat kabar nasional ketar-ketir, sehingga mereka selain membuat surat kabar yang terbit lokal, juga membuat suplemen atau rubrik daerah agar tiras atau oplah media itu tetap bisa dijaga.
Berbagai sektor produk maupun jasa, termasuk industri media massa seperti surat kabar mengalami persaingan yang sangat ketat di era image kompetisi, berbagai upaya surat kabar dilakukan, salah satunya adalah membuat divisi public relations khusus, dengan nama marketing communication atau pun marketing public relations atau pun nama lainnya, ujung-ujungnya adalah untuk meraup image building (pembentukan citra), setelah itu melakukan kegiatan selling product (pemasaran).
Industri media sudah mulai menyadari pentingnya peran public relations (PR) dalam kegiatan marketing-nya, yang selama ini hanya mengandalkan strategi ilmu ekonomi (marketing), tetapi sekarang terjadi perkawinan antara ilmu ekonomi dengan ilmu komunikasi, sehingga muncul istilah atau kajian baru marketing communication atau marketing public pelations.
Dalam dunia perusahaan, seperti industri media, setidaknya ada dua divisi PR yaitu corporate public relations (CPR) dan marketing communication (MC) atau marketing public relations (MPR). CPR lebih beroreintasi terhadap pembentukan citra perusahaan, sedangkan MC atau MPR lebih berorientasi kepada pemasaran atau penjualan. Artinya CPR memelihara citra publik internal dan eksternal perusahaan di luar pembeli atau pelanggan, sedangkan MC atau MPR memelihara citra publik eksternal (khususnya pembeli atau pelanggan).
Memasuki era kompetisi ini pun, seorang pakar marketing Philip Kotler, mengakui pentingnya PR dalam dunia marketing, sehingga muncul konsep yang dibuatnya dengan nama mega marketing, yang terdiri dari product, price, place, promotion, power dan public relations. Menurut Kotler, aspek PR menjadi sangat penting dalam kegiatan marketing.
Memang marketing memasuki era yang harus lebih mengedepankan pentingnya pembentukan citra dan pemeliharaan reputasi di tengah persaingan media yang sangat ketat, sehingga “kesaktian fanatisme” pembaca yang selama ini dianut oleh media tersebut sudah harus mulai ditinggalkan, tetapi terus berupaya untuk merebut positioning perusahaan dengan kegiatan pencitraan dan pemeliharaan reputasi.
Berbicara tentang PR, para insan Humas akan menggelar Seminar Public Relations dan Musda Humas 2006 di Hotel Savoy Homann Bidakara, 13 September 2006, dengan menghadirkan keynote speaker Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, Ketua Umum BPP Perhumas dan Direktur Umum Bank Indonesia Rusli Simanjuntak. Pembicara lainnya Ketua DPRD Jawa Barat, H.A.M. Ruslan, Budayawan Iwan Abdurachman, Direktur Pemasaran PT Pikiran Rakyat Januar P. Ruswita, Direktur PT Djarum Waska Warta.
Melalui tema seminar “Peran Strategis Manajemen Industri Public Relations di Era Kompetisi” mengupas tentang manajemen industri public relations dari perspektif sosial budaya, dan manajemen public relations dari perspektif bisnis (termasuk bisnis media).
Era kompetisi merupakan tantangan global yang harus dihadapi oleh para pelaku di berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor media, sektor industri PR (pemerintahan, bisnis, dan organisasi nirlaba). Globalisasi pun telah menjadi kata yang terus menerus diperbincangkan oleh berbagai pihak, para pakar, praktisi maupun birokrasi dan kelompok masyarakat lainnya. Angin globalisasi berhembus melewati batas-batas negara, menerobos sampai pelosok desa, memicu timbulnya demokratisasi dan liberalisasi di mana-mana.
Sebagai negara yang berdaulat kita perlu mengkritisi arus globalisasi yang tetap menjadi bahan perdebatan. Perhumas melihat bahwa dampak globalisasi bagi Indonesia telah menjadi keniscayaan, dan kita harus siap menghadapi kompetisi yang semakin ketat di dalamnya.
Sebagai insan Humas, tentunya akan terus berupaya tentang bidang PR yang semakin diakui keberadaannya di masyarakat, baik itu perguruan tinggi, militer, perusahaan, yayasan, dan organisasi lainnya. Mengapa PR sangat diperlukan dalam era kompetisi ini, terdapat beberapa alasan para pakar PR antara lain: perusahaan semakin besar dan berkembang, (termasuk industri media), persaingan perusahaan semakin ketat, perkembangan teknologi komunikasi yang semnakin pesat (terutama munculnya era komunikasi online atau internet), masyarakat semakin kritis, haus informasi dan tidak ingin kepentingannya terganggu.
Public relations sebagai ilmu paling bontot dibanding ilmu lainnya seperti ekonomi, sipil, teknik, hukum dan ilmu lainnya yang terlebih dahulu eksis. Kini PR sebagai salah satu sub ilmu komunikasi mulai banyak dilirik dan dirasakan pentingnya PR dalam era kompetisi ini. Masyarakat sudah mulai banyak meminati bidang PR ini, sebagai contoh di sejumlah perguruan tinggi Jurusan Humas (PR) peminatnya cukup tinggi dibanding jurusan yang ada dalam satu rumpun komunikasi, malahan salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, program studi komunikasi (ada PR di dalamnya) masuk dalam tiga besar program studi favorit calon mahasiswa dengan ekonomi dan kedokteran.
Kembali kepada pembahasan seminar public relations dan musda perhumas, tentunya seminar ini akan memberikan nuansa tersendiri dengan menghadirkan para pembicara yang sangat terkait dengan adanya era kompetisi. Para narasumber itu akan mengupas tentang PR di pemerintahan, PR di dunia legislatif, PR sosial budaya dan PR dari perspektif bisnis.
Memang masih banyak kendala tentang pentingnya peran PR saat ini, antara lain, banyak pimpinan yang belum satu bahasa tentang bidang ini, terutama belum menempatkan orang-orang yang profesional, malahan beberapa instansi masih menjadi jabatan buangan, secara struktur pun PR belum berada dalam pimpinan puncak, sehingga mempersulit PR untuk menjadi penerjemah kebijakan manajemen dan penyampaian aspirasi publik kepada pimpinan, kendala yang bersifat klasik belum memperoleh anggaran yang memadai untuk kegiatan PR, termasuk sarana dan prasarana PR dalam melayani kepentingan public masih memprihatinkan.
Memang untuk menghilangkan atau mengurangi kendala perlu adanya interaksi dan komunikasi atau duduk satu meja antara perguruan tinggi yang melahirkan SDM PR, masyarakat pengguna (industri media, industri jasa dan produk lainnya), masyarakat profesi (seperti Perhumas/Public Relations Association of Indonesia) agar dapat membuat standardisasi profesi PR yang saat ini tidak bias ditawar-tawar lagi sebagai profesi yang betul-betul diperlukan orang-orang profesional dengan standar yang jelas.
Dalam menjalani profesi PR, beberapa pakar mengemukan sedikitnya ada lima kualifikasi yaitu: (1) ability to communicate (kemampuan berkomunikasi), (2) ability to organize (kemampuan manajerial), (4) ability to get on with people (kemampuan membina relasi), (4) personality integrity (berkepribadian jujur dan professional), (5) imagination (banyak ide dan kreatif).
Seorang pejabat PR dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi lisan dan tulisan, seperti pidato, presentasi, wawancara pers, nara sumber forum seminar, menulis news release, menulis editorial di media house journal (perusahaan), menulis naskah pidato, dan kemampuan komunikasi lisan dan tulisan lainnya yang berkaitan dengan profesi PR.
Kemampuan manajerial diperlukan oleh seorang pejabat PR, seperti mengelola berbagai kegiatan PR special events, business meeting, konferensi pers, manajemen dan PR krisis, publisitas, serta kegiatan-kegiatan PR yang memerlukan keterampilan manajemen.
Kemampuan membina relasi sangat diperlukan oleh seorang pejabat PR, ia harus memiliki akses ke berbagai publik, dengan pengertian sehari-hari harus banyak bergaul, sehingga berbagai kegiatan PR yang memerlukan relasi tertentu akan mudah menguhubunginya dan dengan personal approach yang selama ini dijalin akan mempermudah melaksanakan kegiatan PR.
Berkepribadian utuh dan profesional mutlak diperlukan oleh seorang pejabat PR, karena ia harus menjadi sumber berita atau informasi yang layak dipercaya, sekali berbohong hancurlah citra dan reputasi dia sebagai PR, juga harus profesional baik sebagain penyandang profesi maupun sebagai pelayan komunikasi dan informasi bagi publik.
Persyaratan terakhir seorang pejabat PR harus memiliki banyak ide dan kreatif, terutama menghadapi berbagai permasalahan yang harus segera dicari pemecahannya, misalnya dalam mengatasi manajemen dan PR krisis, di sini dituntut banyak ide dan kreatif seorang pejabat PR untuk melakukan pemulihan citra akibat krisis tadi.
Mengakhiri tulisan ini, semoga para insan PR di Bandung dan di Jawa Barat ini dapat memilih ketua umum Perhumas BPC Bandung-Jawa Barat yang baru ini, bisa lebih mengedepankan peran Humas di era kompetisi dan membuat program-program yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders-nya organisasi profesi Humas ini. Selamat berseminar dan bermusda, semoga sukses.***
Penulis, Pj. Ketua Perhumas BPC Bandung-Jawa Barat, dan Wakil Ketua Program Magister Public Relations (Pascasarjana Kelas Khusus) Fikom Unpad Bandung.

> SUPLEMEN

> IKLAN MINI BARIS
Hotel

Komputer

Lowongan Kerja

Mobil

Rumah

Sepeda Motor

Telepon

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com
6/11/2007 10:29
Informasi : Sejarah dan Perkembangan Public Relations
TGL AKSES TRKNIK SEARCHING HASIL
04/11/200715:40:45 tentang+PR Sejarah dan Perkembangan Public Relations 5 October, 2007
Posted by rumakom in public relations.
trackback

Humas kependekan dari hubungan masyarakat. Hal ini seringkali disederhanakan sebagai sebuah terjemahan dari istilah Public Relations (PR). Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.

Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.

PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang komunikasi yang ditempatkan di United States Information Agency.

Perkembangan Humas di Dunia
Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.

http://rumakom.wordpress.com/category/public-relations/

google 04/11/200715:40:45

Sejarah dan Perkembangan Public Relations 5 October, 2007
Posted by rumakom in public relations.
trackback

Humas kependekan dari hubungan masyarakat. Hal ini seringkali disederhanakan sebagai sebuah terjemahan dari istilah Public Relations (PR). Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.

Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.

PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang komunikasi yang ditempatkan di United States Information Agency.

Perkembangan Humas di Dunia
Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.

http://rumakom.wordpress.com/category/public-relations/

google 04/11/200715:40:45

6/11/2007 10:35 tentang publik relation Penulisan Naskah Public Relation

Persaingan yang semakin terbuka dan semakin kritisnya publik dalam menilai organisasi serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak terhadap kebutuhan informasi yang semakin meningkat. Perubahan yang terjadi dalam organisasi perlu dengan cepat disampaikan kepada berbagai publik. Upaya membangun dan memelihara hubungan dengan publik menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Public relations bisa dipahami sebagai fungsi manajemen yang mengelola komunikasi dalam rangka menjembatani kepentingan organisasi dengan kepentingan beragam publik untuk mencapai tujuan pengertian bersama (mutual understanding), meningkatkan pemahaman, membangun ketertarikan, dan menumbuhkan simpati publik. Buku ini ditulis untuk mengembangkan keahlian profesional public relations, khususnya keahlian menulis. Jenis-jenis naskah tulisan yang biasa digunakan oleh praktisi untuk mengomunikasikan berbagai isu kepada beragam publik organisasi mencoba diulas secara detail. Contoh-contoh terbaru dari naskah public relations dilampirkan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif.

http://www.andipublisher.com/?buku-komputer=

google 6/11/2007 10:35

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: